Pandangan Islam Terkait Agen Togel Online

Pandangan Islam Terkait Agen Togel Online
Pandangan Islam Terkait Agen Togel Online

Bandar Togel Terpercaya – Indonesia merupakan negara penganut Bhineka Tunggal Ika yang walaupun berbeda tetap satu. Mengapa berbeda? Karena Indonesia sendiri dihuni oleh masyarakat dari beragam daerah dan suku. Masyarakat Indonesia juga tidak menganut satu agama saja, namun ada beberapa agama yang mengaku di Indonesia mulai dari Islam, Hindu, Budha, Kristen, Katholik, dan sebagainya. Agama apapun yang dianut tentu mengajarkan bagi umatnya.

Salah satu agama yang telah membina seluruh sendi kehidupan adalah Islam. Tak ada yang diatur menurut syariat Islam. Termasuk salah satunya adalah perjudian. Saat ini judi online hanya dimainkan secara tradisional, namun sudah menggunakan teknologi dengan memanfaatkan kecanggihan internet.

Islam mengenal agen togel online sebagai Maysri yang artinya mudah (gampang). Maksudnya disini seseorang yang bermain judi bisa sama mendapatkan keuntungan dalam mendapat atau kehilangan uang. Bermodalkan taruhan saja, pemain akan dapat dengan mudah menggandakan uangnya, namun jika kalah ia juga akan kehilangan uang dengan mudahnya.

Banyaknya kerugian yang disebabkan oleh karena bermain judi togel tentu membuat Islam dengan larangan praktek judi konvensional maupun online. Berjudi hanya akan menguntungkan satu pihak saja. Bagi yang menag, ia akan ketagihan dan terus mencoba, sedangkan yang kalah ingin mencoba menang dengan bergaam cara hingga cara yang fatal adalah berhutang.

Pandangan Islam Terkait Agen Togel Online

Tak hanya dari segi agama, namun banyaknya efek negatif yang ditimbulkan membuat pemain judi juga cenderung dijauhi, terutama jika lingkungan masyarakat tersebut memiliki ikatan agama yang kuat. Hal ini sama saja dengan judi online, dimana data yang dikirimkan bisa saja disalahgunakan.

Dalam dunia maya, informasi menjadi data penting yang bisa komersialkan oleh pemegang server. Kebanyakan pemain judi online akan mengakses situs judi online yang dibuat secara khusus tanpa melalui perijinan khusus. Datanya? Tidak terjamin. Berhati-hati saat memasukkan data, bahkan situs resmi sekalipun bisa saja diretas, apalagi situs yang tak berijin.

Walaupun saat ini judi telah menerapkan permainan dengan gaya yang lebih modern, namun tetap saja Islam masih melarang praktek judi online maupun konvensional. Walaupun lebh modern, tetap saja konsepnya sama, baik mencari sebanyak-banyaknya melalui taruhan. Padahal tertulis dalam surat AL Maidah ayat 90 bahwa semua hal yang berhubungan dengan perbuatan syaithan mulai dari perjudian, minum arak, hingga menyembah berhala adalah perbuatan yang dilarang.

Begitu pula saat seseorang berjudi, tentu hanya akan dirugikan secara fisik dan materi. Secara fisik ia tentu akan menjadi pribadi yang tak peduli karena banyak sekali tabiat buruk, mulai dari pemarah, hingga berhutang. Secara materi tentu si peain akan kehilangan uang. Uangnya pun bahkan rentan disalahgunakan oleh broker judi. Tak hanya uangnya saja, namun data diri juga rentan disalahgunakan demi keuntungan semata.

Berjudi tentu memberikan dampak buruk pada semua aspek. Jika seseorang tetap melakukan beragam praktek judi, maka harus siap dengan risiko dampak buruk yang akan didapatkan, di antaranya:

  1. Berjudi Membuat Hilangnya Rasa Ingin Bekerja

Seorang pemain judi mengaji bagaimana caramendapatkan uang dengan proses, namun mereka hanya belajar bagaimana caranya melipatgandakan uang dan mendapatkan keuntungan. Jika begini, tentu akan membuat pemain judi malas untuk bekerja. Jika bekerja, maka uang yang didapatkan akan selalu kurang dan tidak mampu memenuhi kebutuhan hutang yang menumpuk dan digunakan untuk keperluan judi.

Pemain papan atas juga mengalami perubahan dari mendapatkan uang dengan cara halal menjadi menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang sebanyak mungkin untuk keperluan berjudi. Di sini muncul risiko pemain judi untuk melakukan kejahatan, seperti, merampok, dan sebagainya. Inilah yang membuat Islam melanggar praktek perjudian.

  1. Permain Judi Jauh Dari Rahmat Allah

Walaupun mungkin saja pemain judi memiliki uang yang berlimpah, namun uang tersebut tidaklah berkah karena didapatkan dengan cara yang tidak halal dan dilarang dalam agama.Hati pun menjadi tidak tenang dan tentram.

Selain itu tindakan judi akan dicatat sebagai amal buruk yang mendapat dosa. Sudah tidak untung di dunia, rugi juga di akhirat kelak. Memang hanya kerugian saja yang akan didapatkan oleh pemain judi, sehingga jangan coba-coba. Sekali coba, maka besar kemungkinannya anda akan kecanduan dan ingin terus bermain.

  1. Perjudian Beresiko Menyebabkan Munculnya Permusuhan

Selain menyebabkan kerugian diri sendiri, berjudi juga menyebabkan kerugian banyak pihak, mulai dari keluarga, teman, dan masyarakat. Praktik judi bisa menjadi contoh yang buruk bagi anak-anak.bisa saja anak-anak yang kurang mendapat pengawasan orang tua akan ikut-ikutan. Jika negini, dosa si pemain akan bertambah.

Selanjutnya seseorang yang kalah dalam permainan biasanya merasa tidak terima karena kehilangan uang, akibatnya ia merasa emosi dan marah-marah. Ia pun memiliki musuh. Pemain ini juga beresiko melakukan tindakan kriminal, terutama mencuri. Pemain ini akan rentan melakukan tindakan negatif jika tidak mendapat pengawasan.

Islam sangat menentukan praktik perjudian. Jika tidak mendapatkan ganjaran di dunia, maka pasti memilihnya akan ada di akhirat kelak. Jadi, mau sampai kapan berjudi terus. Sudah saatnya berhenti dan mohon ampun kepada Allah.

Berhenti bermain memang bukan perkara mudah. Butuh tekad dan niat yang kuat dari dalam diri. Jika memang sudah merekomendasikan, segera tutup semua akses yang bisa membuat anda kembali bermain. Jangan lupa meminta dukungan dari orang sekitar. Dengan cara ini, maka anda akan lebih mudah untuk berhenti bermain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *